Showing posts with label Seputar Kayu. Show all posts
Showing posts with label Seputar Kayu. Show all posts

Sunday, 3 January 2021

Perbedaan Kualitas Kayu Jati Perhutani, Jati Sulawesi dan Jati Lokal

Perbedaan Kualitas Kayu Jati Perhutani, Jati Sulawesi dan Jati Lokal - Perbedaan kayu jati sangat penting untuk diketahui oleh pembeli. Alasannya agar kita tahu seperti apa kualitas barang yang hendak dibeli. Pastinya anda tidak ingin salah membeli, jangan sampai niatnya membeli produk berkualitas tapi justru mendapat sebaliknya.

Perlu anda ketahui bahwa ada banyak jenis kayu jati yang beredar di pasaran. Seperti kayu jati perhutani, kayu jati Sulawesi dan kayu jati lokal atau kayu jati rakyat. Ada juga kayu jati putih yang cukup merajai pasar, namun kita tidak membahas kayu ini.

Perbedaan Kualitas Kayu Jati Perhutani, Jati Sulawesi dan Jati Lokal

Pada dasarnya penamaan kayu itu disesuaikan dengan asal, atau ciri-ciri yang melekat. Seperti kayu TPK Perhutani yang namanya disesuaikan dengan pihak yang mengelolahnya yakni Perum Perhutani.

Kayu Jati Sulawesi diberi nama demikian sebab memang diperoleh dari Sulawesi, seperti tepatnya di daerah Kab. Enrekang. Ada juga kayu jati lokal yang umumnya diperoleh dari hasil budidaya masyarakat atau tumbuh secara liar.

Perbedaan Kualitas Kayu Jati Perhutani, Jati Sulawesi dan Jati Lokal Dari Karakteristiknya

Perlu kita ketahui ketiga jenis kayu ini sebenarnya tergolong kayu kualitas kelas baik. Hanya saja perbedaan ini disesuaikan dengan asal usul kayu tersebut. 

Kayu yang berkualitas sedini mungkin sudah diperhatikan proses budidayanya. Dimulai dari lahan, pembibitan, pertumbuhan hingga panen. Semuanya telah dilakukan pengontrolan dengan baik.

Untuk menilai perbedaan kualitas kayu jati dari ketiga jenis ini sebenarnya dapat dilihat pada beberapa aspek. Seperti warna kayu, tekstur, serat, minyak alami, dan zat kapur yang terkandung. Aspek ini bisa dilihat secara kasat mata.

Secara sekilas kayu jati perhutani memiliki warna coklat lebih cerah dengan urat yang nampak jelas. Untuk jati Sulawesi memiliki warna coklat lebih gelap dengan urat kayu yang lebih variatif. Sdangkan jati lokal umumnya berwarna agak pucat.

Perbedaan kayu jati biasanya nampak jelas jika kayu masih dalam kondisi mentah atau berupa balok atau papan.

Kualitas Kayu Jati Perhutani

Kayu ini umumnya menunjukkan urat kayu yang lebih seragam sehingga terlihat rapi. Minyak kayu yang terkandung cukup banyak, ini bisa terlihat jelas alur minyak alami pada kayu jati perhutani.

Minyak pada kayu biasanya bisa dilihat pada selah-selah kayu. Kayu ini berfungsi sebagai antibodi alami terhadap serangan hama. Inilah yang membedakan kualitas kayu jati di bandingkan kayu lainnya.

Alur minyak pada kayu jati memang tidak terlalu nampak saat diamati, namun jika digosok umumnya akan keluar sedikit. Nah inilah tanda bahwa kayu ini berkualitas. Dalam artian punya ketahanan terhadap serangan hama.

Untuk pori-pori kayu jati perhutani akan nampak lebih padat. Sehingga memang teksturnya lebih padat Hal ini bisa menjadi tolak ukur kekuatan kayu. Kayu yang padat umumnya memiliki bobot yang lebih berat pula.

Aspek selanjutnya adalah kandungan zat kapur pada kayu. Semakin tinggi kandungan kapurnya maka semakin berkualitas kayu tersebut. Nah anda bisa menemukan aliran zat kapur ini dengan jelas pada permukaan kayu.

Jika diamati akan banyak terlihat titik-titik putih, nah ini adalah zat kapur yang terkandung pada kayu.

Zat kapur ini bisa diperoleh dari habitat penanaman pohon jatinya. Kayu jati yang bagus umumnya memiliki habitat di lahan yang memiliki kandungan kapur cukup.

Zat kapur pada kayu sebenarnya memiliki fungsi sebagai antibodi bagi kayu. Dengan berkolaborasi dengan minyak alami tadi menjadikan kayu dari perhutani semakin unggul dalam segi ketahanan terhadap hama. 

Warna kayu jati yang berkualitas umumnya coklat muda, tidak terlalu gelap maupun tidak terlalu pudar. 

Untuk segi harga kayu ini jauh lebih mahal dibandungkan 2 jenis kayu lainnya.

Kualitas Kayu Jati Sulawesi (Enrekang)

Kayu jati Enrekang menempati kalitas kedua setelah kayu jati perhutani. Ciri khas yang dimiliki adalah warna kayu yang lebih gelap  dan urat kayu yang lebih variatif.

Kepadatan pori pada kayu jayi enrekang tentunya tidak sepadat kayu dari perhutani. Namun tekstur kayunya masih sangat nampak dengan jelas. Hal ini bisa dibuktikan dengan merabanya secara langsung.

Jika diraba tekstur kayu enrekang akan terasa jelas urat kayunya. Sama halnya dengan kayu sebelumnya. Untuk alur kayu terlihat lebih variatif dibandingkan alur urat kayu perhutani.

Zat kapur yang terkandung tidak terlalu banyak Namunmasih terlihat jelas warna putih-putih yang menandakan keberadaan zat kapur.

Meski tidak terlalu padat namun kandungannya masih tergolong cukup banyak sehingga memang layak disebut kayu berkualitas.

Kabupaten Enrekang merupakan daerah yang didominasi pegunungan. Sehingga memiliki area yang sangat cocok untuk dilakukan kegiatan budidaya.

Kayu jati ini ditanam pada daerah pegunungan yang sebenarnya cukup kaya akan zat kapur. Tentunya aspek lokasi ini menjadi kuntungan dan kelebihan.

Kualitas Kayu Jati Lokal / rakyat

Kayu jati lokal tergolong kualitas terendah dari ketiga kayu ini. Memang setiap perlakuan sangat memengaruhi kualitas kayu yang dihasilkan.

Bisa dikatakan kebanyakan kayu lokal tumbuh tidak terlalu mendapat perawatan. Begitupula dengan penempatan lokasi, sehingga kualitas kayu yang dihasilkan agak kurang.

Dari segi warna kayunya memang tampak lebih agak pucat, tidak seperti jenis sebelumnya yang rata-rata berwarna mencolok.

Jika diamati sekilas tekstur kayu terlihat sangat minim alur serat. Hal ini juga menandakan kayu jenis ini sangat minim mengandung minyak alami yang berperan sebagai anti hama. Pastinya untuk persoalan ketahanan terhada hama jauh lebih rendah dibanding kayu perhutani dan sulawesi.

Kandungan kapur yang juga menjadi tolak ukur kualitas kayu cenderung sangat minim ditemukan pada kayu jati lokal. Hal ini biasanya nampak jelas jika diraba dan diperhatikan dengan seksama. Pada permukaan sangat jarang ditemukan titik-titik putih yang menjadi penanda keberadaan kapur.

Umumnya alur kayu akan tampak lebih pudar. Warna juga demikian nampak kurang cerah. Hal ini bisa saja diakibatkan oleh waktu pemeliharaan yang lebih singkat, lokasi penanaman di daerah basah / dekat aliran air, dan lokasi yang kurang layak.

Mau Memilih Jenis Kayu yang Mana ?

Tujuan kita memahami karakteristik kayu adalah untuk bisa membedakan barang yang berkualitas sangat baik, sedang hingga yang biasa-biasa saja. Sehingga kita tidak akan salah memilih perabot.

Umumnya kualitas kayu disesuaikan dengan harganya. Begitupun setelah kayu tersebut diolah menjadi barang. Harga yang tinggi bisa berarti bahan yang digunakan memang lebih berkualitas.

Namun walau demikian belum banyak orang yang memahami perbedaan kualitas kayu yang bisa memberikan perbedaan signifikan terhadap harga. Oleh karena itu jangan sampai anda membeli barang dengan harga mahal namun mendapat kayu kualitas rendah. Walau sama-sama berada pada jenis kayu berkualitas.

Jadi cukup sekian dari saya seputar Perbedaan Kualitas Kayu Jati.. semoga kalian bisa dengan mudah membedakan antara Jati Perhutani, Jati Sulawesi dan Jati Lokal.

Wednesday, 3 June 2020

Kenali Perbedaan Kayu Jati Yang Tua dan Muda

Kenali Perbedaan Kayu Jati Tua dan Jati Muda ! Harga kayu jati memang mahal. Meski mahal peminatnya tetap banyak. Kayu jati selalu diunggulkan dalam keawetan, tahan terhadap serangan hama, memiliki serat yang menarik, dan lebih kokoh. Sifat unggul kayu Jati semakin terlihat pada pohon jati yang berumur puluhan tahun. Semakin tua umur pohon maka kualitas kayu yang dihasilkan juga semakin bagus pula.

Kualitas kayu dapat dinilai berdasarkan umur pohon asalnya. Perbedaan kayu jati yang berasal dari pohon yang sudah tua  dan yang masih mudah sangat jelas terlihat. Pohon yang telah berumur puluhan tahun cenderung memiliki kualitas kayu yang jauh lebih baik. Hal ini dinilai dari beberapa aspek seperti ketahanan kayu, tingkat kekerasan, hingga ukuran kayu yang dihasilkan.

Secara jelas sebenarnya terdapat perbedaan antara kayu yang diperoleh dari pohon yang berumur puluhan tahun dengan kayu dari pohon yang tergolong masih cukup muda. Pohon yang telah berumur cukup tua umumnya memiliki garis lingkar tahun yang sangat jelas. Dari sini dapat menunjukkan serat kayu dengan jelas. Produk mebel yang menggunakan kayu Jati yang berumur cukup tua biasanya memperlihatkan serat pohon yang menarik.

Batang pohon kayu jati

Perbedaan ini akan tampak jelas pada saat kayu Jati telah diolah menjadi produk mebel dan furniture. Ciri khas produk berbahan kayu dapat terlihat jelas dari serat kayu yang sangat menawan dan berkesan alami. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri yang membuat produk dari kayu memiliki kelas.

Sayangnya serat alami kayu yang menjadi daya tarik ini kurang nampak dengan jelas pada kayu yang diperoleh dari pohon yang berumur terlalu mudah. Kayu yang berkualitas semestinya dapat diperoleh dari dari pohon yang telah berumur puluhan tahun. Bahkan semakin tua umur pohon kualitas kayu yang dihasilkan pun semakin bagus.

Kayu jati yang diperoleh dari pohon berumur puluhan tahun biasanya akan menempati grade I dan II. Hal ini bisa dilihat dari kualitas kayu yang dihasilkan. Pada kayu Jati memiliki kandungan minyak alami yang membuatnya sangat tahan terhadap serangan hama. Minyak ini dapat akan bertambah banyak jumlahnya didalam kayu seiring dengan semakin tuanya umur pohon. Sebaliknya kandungan ini sangat minim pada kayu yang masih muda.

Hal ini pula yang sangat membedakan kualitas kayu grade I dan II dibanding kelas bawahnya. Namun karena untuk mendapatkan kayu yang demikian membutuhkan waktu yang sangat lama sehingga kayu jati dengan kualitas I dan II menjadi sangat langka ditemukan. Sebaliknya Kayu Jati yang muda hasil budidaya cukup mudah ditemukan dengan grade IV ke bawah. Kayu yang demikian dapat diperoleh dari pohon yang berumur 10 tahun kebawah.

Mungkin anda pernah melihat meja yang berbentuk seperti batang alami. Ukuran kayu yang demikian hanya dapat diperoleh dari pohon yang telah berumur cukup lama, yakni butuh waktu puluhan tahun bagi pohon jati untuk dapat mencapai diameter yang lebar.

Kayu yang sudah tua dapat ditandai dengan warna kayu yang jauh lebih gelap. Hal ini terlihat dengan jelas pada kayu jati. Jati yang telah berumur puluhan tahun atau sudah cukup tua memiliki warna coklat tua. Dengan warna yang lebih gelap ini membuat jati putih akan tampak semakin menarik, ditambah dengan serat alami kayu yang membuatnya tampak lebih natural.

Terdapat pula perbedaan antar kayu tua dan yang masih muda. Jumlah bagian yang berwarna putih pada kayu tua yang hampir tidak ada sama sekali. Warna dasar kayu jati super (bukan jati putih) adalah coklat kemerahan. Namun seringkali terdapat warna putih yang terletak di tepi kayu / batang. Warna ini menandakan bahwa kayu ini berasal dari pohon yang masih sangat muda. Dari kualitas terdapat perbedaan signifikan dimana bagian kayu yang berwarna ini cenderung cepat rusak dan kurang resistan terhadap serangan hama. Sangat berbeda dengan kemampuan alami yang seharusnya dimiliki oleh kayu jati.

Selain diameter papan juga warna yang lebih gelap, ditambah serat yang lebih jelas terlihat

Jadi perbedaan antara grade jati dapat dilihat pada :
  1. Lebar kayu
  2. garis lingkar tahun
  3. serat kayu
  4. warna kayu
Meskipun dari segi kualitas kayu yang berasal dari pohon yang telah berumur cukup tua jauh lebih baik dibandingkan kayu jati yang berumur beberapa tahun, namun jika keduanya telah mengalami proses transisi menjadi sebuah barang mebel hasilnya tetap sama-sama menawan. Bahkan cenderung bagi orang awam sulit untuk menemukan perbedaan pada produk yang telah jadi dan mendapatkan finishing yang baik.
Demikian Cara Mengenali Perbedaan Kayu Jati Yang Tua dan Muda

Saturday, 2 May 2020

Kayu Jati dan Mahoni Sebagai Bahan Baku Furniture

Kayu Jati dan Mahoni Sebagai Bahan Baku Furnitur - Ketika hendak membeli sebuah furnitur pasti anda akan menanyakan berapa harga barang tersebut. Dari segi harga orang biasanya dapat menilai kualitas barang atau tingkatan barang tersebut. Hal ini dikarenakan harga barang seperti furniture atau mebel sangatlah dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan.

Tentu saja ketika membeli kita menginginkan barang yang kualitasnya sesuai harga. Oleh karena itu pengenalan jenis furniture yang akan dibeli sangat penting. Bahan jenis yang digunakan untuk membuat furniture tersebut sangat bermacam-macam dengan karakteristik tersendiri.

Dalam pembuatan furnitur maupun mebel jenis bahan kayu yang sering digunakan ada 2, yaitu kayu jati putih dan kayu mahoni. Jika diolah dengan baik menjadi barang tentu akan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis.

Dalam industri pengolahan kayu kedua jenis bahan ini cukup banyak dijumpai dalam bentuk produk furnitur maupun mebel yang sangat menarik.

Kayu Mahoni
Kayu memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia. Tak heran jika banyak perabot rumah tangga yang sering dijumpai selalu terbuat dari bahan baku kayu. Seperti kursi yang menghiasi ruang tamu, meja kantor, meja ruang tamu, meja makan hingga kerap dijumpai pada konstruksi bangunan.

Jenis kayu yang terdapat di Indonesia sangat beragam. Salah satu yang cukup terkenal adalah Kayu Mahoni. Kayu ini dapat diperoleh dari pohon mahoni, dengan masa pemeliharaan 10 tahun kayu ini sudah dapat dipanen.

Popularitas kayu mahoni tidak kalah dari kayu jati. Ini dapat dilihat dengan kian banyaknya produk kayu yang terbuat dari kayu ini. Contonya seperti bingkai jendela, lemari dan bebrapa jenis kerajinan kayu.

Kayu Mahoni


Kayu Jati Putih
Kayu ini dapat diperoleh dari pohon Gmelina atau pohon jati. Untuk urusan kualitas kayu ini tidak dapat dikesampingkan. Kandungan alami berupa minyak yang dimiliki kayu ini menjadikannya sangat tahan terhadap serangan hama maupun pengruh lingkungan.

Sebelumnya saya telah banyak mengulas mengenai kayu jati putih dalam beberapa postingan sebelumnya. Untuk lebih jelas mengenai kayu jati seilahkan telusuri pada postingan dengan label serupa.

Kayu jati putih
 

Keunggulan Furniture Kayu
Setiap bahan yang digunakan untuk membuat furnitur memiliki daya tarik tersendiri. Kayu mampu memberikan kesan yang lebih menarik dan tampak lebih elegan. Motif alami yang terbentuk oleh serat kayu menghasilkan kesan yang lebih natural.

Kayu juga sangat mudah dalam pengolahan dan dapat dikreasikan dengan aktualisasi seni. Seperti ukiran yang sering dijumpai pada kursi jepara dan rosban jepara bahkan hingga ke ukiran pada lemari.

Hasil ukiran pada kayu jauh lebih menarik terlebih lagi jika dokombinasikan dengan pewarnaan dengan cat yang tepat akan lebih memberikan kesan yang mewah.

Boleh saja furnitur dari kayu dibandingkan dengan yang menggunakan bahan dari platik maupun besi. Perbedaannya akan sangat tampak, dari segi tampilan serat yang menarik pada kayu tidak akan ditemukan pada bahan lainnya. Sehingga furnitur dari bahan selain kayu cenderung lebih telihat polos.

Hal lainnya adalah pada kualitas hasil pengecatan. Menurut pengalaman furniture yang berbahan plastik atau dari besi sangat mudah kehilangan cat akibat terkelupas.
Namun ini juga tergantung pada jenis bahan dan cara pewarnaannya.

Kelebihan lainnya adalah soal daya tahannya yang sangat baik. Kayu jika diproses dengan baik akan menghasilkan perabot yang tidak hanya berkelas namun juga tahan lama.

Furniture dari Jati Putih dan Mahoni

Jika ditanya mana yang lebih bagus antara kayu mahoni dan jati putih ? mari simak...

Secara karakteristik kedua jenis kayu ini sama-sama menarik. Kayu mahoni sangat elegan dengan warna kayu yang coklat kemerahan ditambah lagi motif serat dan urat kayu yang sangat jelas menjadi sangat menawan dipandang. Sedangkan pada jati putih memang menampakkan desan alaminya namun belum semenarik keindahan alami kayu mahoni.

Kedua kayu ini juga sama-sama memiliki aroma yang khas kayu dan tidak berbau menyengat pada umumnya. Sehingga tidak masalah jika dibuat menjadi lemari maupun perabot pribadi.

Jika dibandingkan dari segi ketahanan perbedaan keduanya akan sangat mencolok. Jika ingin dibandingkan dengan grade masing-masing kayu, jati putih masih jauh lebih unggul. Kayu jati putih dengan kualitas berbaiknya mampu tahan dalam jangka waktu puluhan tahun, terlebih lagi jika dilakukan perawatan dengan baik.

Penggunaan keduanya juga menjadi salah satu perbedaan jelas mengenai daya tahan kedua jenis kayu ini. Umumnya kayu mahoni lebih banyak digunakan sebagai atribut yang bersifat indoor. Hal ini dikarenakan kandungan bahan alami dalam kayu yang masih sangat kurang sehingga mudah lapuk dan rusak akibat pengaruh lingkungan. Selain itu jika proses persiapan kayu yang kurang baik pada akhirnya kayu mahoni akan lebih cepat terserang hama. Sedangkan jati putih jauh lebih unggul pasalnya kayu ini sama sekali tidak memiliki hama, terlebih lagi jika kayu yang digunakan memiliki grade A.

Meski demikian bukan berarti kayu mahoni kalah telak, pasalnya soal harga kayu mahoni jauh lebih terjangkau dibanding kayu jati putih. Jika diolah dengan baik pun kualitas produk dari mahoni juga tak kalah. Apalagi soal tingkat kekerasan kayu mahoni lebih unggul dari jati putih, sehingga kesannya adalah jauh lebih kokoh jika digunakan sebagai perabot.

Jika kedua jenis kayu ini digunakan untuk membuat mebel. Sama-sama akan menghasilkan mebel yang menarik dan berkualitas. Beberapa furnitur maupun mebel sudah banyak yang menggunakan kedua jenis kayu ini. Masing-masing mengusung kelebihan dan minat dari pembeli. 

 

Tuesday, 28 April 2020

Kayu Jati Putih Sebagai Bahan Baku Yang Tepat Untuk Pembuatan Meubel

Kayu Jati Putih merupakan bahan baku yang tepat untuk diolah menjadi produk meubel. Kayu jati putih sangat banyak diminati karena kualitasnya yang sangat baik dan mudah diolah. Meubel dengan bahan baku kayu jati putih akan sering dijumpai pada toko-toko yang memasarkan produk meubel.

Banyak tukang kayu atau pengrajin kayu lebih memilih untuk menggunakan kayu jati putih dibanding jenis lainnya. Sehingga tak heran pangsa pasar untuk kayu jenis ini sangat menjanjikan.

Kayu jati putih merupakan tanaman produktif penghasil kayu yang berasal dari Asia Tenggara. Jati putih akan tumbuh dengan baik pada daerah beriklim tropis.

Alasan Memilih Kayu Jati Putih Sebagai Bahan Baku Meubel

Untuk memilih bahan baku dalam pembuatan terlebih dahulu ketahui karakteristik dari bahan tersebut. Mengapa perlu mengetahui karakteristik jati putih ?

Tentu saja kita tidak ingin memulai suatu hal dengan tanpa adanya pengetahuan dasar. Hal ini berlaku dengan pemilihan kayu yang tepat dalam pembuatan produk meubel.

Bahan baku yang dinilai berkualitas tentu saja akan diminati oleh pembeli. Bagaimana mungkin produk akan laku terjual jika pelanggan tahu jenis perabot yang anda pasarkan akan cepat rusak dikemudian hari.

Lantas apakah tepat memilih jati putih ?

Bahan yang cocok digunakan pada dasarnya ada banyak namun sebagai pengusaha meminimalkan pengeluaran dan memberikan hasil yang besar tentu menjadi prioritas utama, disamping itu menjaga dan menjamin kualitas barang tetap menjadi pertimbangan.

Pembuatan mebel dari Jati Putih

Karakteristik Jati Putih

Mengenai karakteristik kayu jati putih sebenarnya telah banyak dibahas pada postingan sebelumnya. Sebagai kayu yang berkualitas kayu ini memiliki beberapa ciri khas yang menjadikannya banyak peminat.

Bentuk Batang Lurus

Bentuk batang yang cenderung lurus merupakan keunggulan yang melekat pada pohon penghasil jati putih. Umumnya pohon ini pohon ini dapat tumbuh dengan ketinggian hingga 30 cm dan diameter batang 30-40 cm.

Bentuk batang yang lurus sebenarnya dapat diperoleh dari proses pemeliharaan pohon yang dilakukan dengan baik. Yakni dengan rutin memangkas dahan sehingga batang akan tumbuh lurus.

Warna Kayu Relatif Putih

Penamaan jati putih mencerminkan warna kayu yang dihasilkan berwarna lebih putih. Warna putih ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peminat kayu ini. Warna dasar yang demikian akan mudah saat dilakukan pewarnaan karena mudah divariasikan dengan berbagai jenis cat

Tidak Termakan Hama

Hama kayu biasanya berupa rayap dan serangga pemakan kayu. Kayu yang telah dihinggapi hama biasanya menjadi rapuh dan lebih cepat rusak.

Kayu jati secara alami mengandung bahan yang anti terhadap hama sehingga meubel bahan baku jati sangat cocok untuk dijadikan perabot rumah seperti meja, kursi dan lemari.

Jauh Lebih Awet

Berdasarkan pengalaman perabot dari jati putih jauh lebih tahan lama. Kayunya cenderung lebih tahan terhadap pengaruh kondisi lingkungan. Selain itu tektur kayu juga lebih keras.

Keunggulan Kayu Jati Putih

Kayu ini jika ditinjau dari berbagai aspek tentu saja memiliki banyak sekali keunggulan.

Kayu dengan permukaan halus dan berwarna cerah menjadi daya tarik tersendiri bagi kayu ini. 

Selain itu tekstur kayu in memberikan kesan tersendiri jika dikombinasikan dengan car vernis. Warna cat yang digunakan akan lebih baik jika masih memperlihatkan bentuk tekstur alami kayu ini sehingga penampilan produk akan lebih menarik.

Dari segi ketahanan, kayu ini memungkinkan untuk diolah menjadi berbagai macam produk rumah tangga tampa harus mengkhawatirkan kualitas barang akan cepat rusak sebab secara alami kayu ini memiliki tektur yang padat dan kuat.

Berdasarkan aspek diatas menjadikan produk meubel memiliki harga jual yang menjanjikan. Produk meubel berbahan baku jati putih bisa dibandrol dengan harga mulai 750.000 hingga jutaan tergantung dengan jenis meubel.

Jati putih memiliki kandungan minyak alami yang menjadikannya tidak dihinggapi oleh hama apapun. Walaupun tanpa melalui serangkaian proses seperti pengovenan dan pemberian obat.

Hal menarik lainnya adalah kayu ini memiliki warna dasar cenderung lebih putih sehingga walau belum diberi cat sudah kelihatan cukup menarik. Disisi lain pemilihan cat vernis maupun cat dari spritus kerap dilakukan karena warna yang cenderung masih memperlihatkan motif alami dari serat kayu sehingga menambahkan daya tarik.

Bagaimana apakah anda berencana untuk membeli produk berbagahan baku jati putih ? mungkin anda akan tertarik untuk Mengolah Produk dari Bahan Baku Kayu Jati Putih

Mebel Dari Jati Putih
Olahan dari kayu sudah sering kita jumpai dalam kehidupan, bahkan Manfaat kayu bagi kehidupan manusia sudah sangat dirasakan hingga. Perabot yang umum digunakan seperti set meja dan kursi di ruang makan, bingkai foto, tangga, tiang rumah, kusen jendela, semuanya itu banyak menggunakan bahan baku kayu.

Untuk pembuatan meubel, kayu jati putih merupakan salah satu pilihan yang tepat.

Dalam industri pengolahannya kayu ini kerap dibuat menjadi meubel seperti lemari pakaian, lemari kaca, lemari kompor, meja makan, kursi santai hingga pada rosban tempat tidur.

Bukan hanya itu kebanyakan pelanggan dari pihak perkantoran kadang memilih meja dari bahan kayu jati karena dinilai lebih kokoh dan tahan lama.

Bukan itu saja, saat ini mulai banyak inovasi untuk menciptakan produk yang lebih baik. Seperti tolet atau meja rias. Karena sifatnya yang tahan kayu ini cocok jika dibuat menjadi kursi santai untuk penggunaan di luar ruangan. 

Thursday, 18 May 2017

Proses Pengolahan Jati Putih Hingga Siap Pakai

Proses Pengolahan Jati Putih Hingga Siap Pakai


Proses Pengolahan Jati Putih Hingga Siap Pakai   -  Jati putih merupakan salah satu komoditi dalam industri kerajinan kayu. Kayu jati putih atau dikenal gmelina putih lebih dikenal karena kualitas kayu yang tak kalah dari kerabatnya, yakni Jati Merah atau Jati Super. Bagi pengrajin yang merindukan kayu bertekstur keras dengan kualitas baik dari jati super seakan terobati dengan adanya Jati Putih. Berdasarkan kualitas memang keduanya hampir mirip mesaki Jati super cenderung lebih unggul.

Alasan kuat memilih jati putih dibanding Jati Super salah satunya yaitu jumlah pasokan jati putih yang cukup banyak. Sehingga lebih gampang untuk ditemui dibanding jati super. Salah satu penyebab karena faktor pertumbuhan jati super yang sangat lamban. Butuh waktu puluhan tahun untuk bisa memanen Jati super. Jika dibandingkan kerabatnya yang hanya butuh waktu 10 tahun untuk bisa panen.

Mengolah kayu seperti jati putih tidaklah rumit, dalam pengolahan tidak dibutuhkan perlakuan khusus untuk menjaga kualitasnya. Meski demikian tentu masih harus melewati serentetan tahap yang cukup panjang sebelum menjadi kayu siap olah. Tekstur kayu yang cukup padat dan kuat lebih memudahkan dalam pengolahannya, hal ini karena tidak membutuhkan perlakuan khusus lagi. Cara mengolah kayu jati dari tahap pemilihan pohon yang cukup dewasa. Selanjutnya pohon ditebang hingga proses pemotongan kayu.

Cara Pengolahan Kayu Jati Putih Agar Siap Pakai

Adapun tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh sebatang pohon jati hingga menjadi bentuk papan siap olah adalah sebagai berikut :

  1. Langkah awal adalah memilih pohon yang telah siap tebang dengan kata lain pohon tesebut sudah cukup dewasa. Kriteria bagi pohon yang telah siap tebang yaitu diameter batang yang kira-kira mencapai kurang lebih 40 cm. Ukuran ini disesuaikan dengan kebutuhan pasar, selain itu diameter yang besar tentu akan lebih menghasilkan banyak kayu ketimbang yang lebih kecil diameternya.

  2. Langkah selanjutnya adalah penebangan pohon. Pohon yang telah ditentukan selanjutnya ditebang. Penebangan dilakukan pada bagian bawah pohon dekat dengan permukaan tanah. Hal ini agar panjang kayu dapat lebih dimaksimalkan, selain itu diameter paling besar tentu berada pada bagian bawah pohon. Pohon yang telah tumbang selanjutnya dilakukan pembersihan terhadap ranting yang masih menempel, lalu batang dipotong sesuai dengan ukuran panjang yang diinginkan

  3. Hasil potongan selanjutnya harus dibersihkan dari kulit kayu yang masih ada. Biasanya batangan kayu akan pisahkan dari kulit sehingga membentuk bagian balok. Pemisahan dari kulit ini dilakukan agar kayu didalammnya tetap terjaga kualitasnya. Kayu yang belum dipisahkan dari kulitnya akan mudah membusuk, selain itu kayu juga akan perlu dikeringkan terlebih dahulu.

  4. Balok kayu yang masih mentah biasanya didiamkan beberapa hari agar kadar air berkurang. Ini bertujuan agar kayu menjadi lebih padat dan keras dan tidak mudah berjamur dan lapuk. Balok kayu yang masih basah juga akan lebih berat karena kandungan air didalamnya masih sangat banyak. Selain itu kayu yang masih basah akan cenderung kasar dan berbulu pada saat pemotongan nantinya.

  5. Pada tahap ini kayu sudah siap untuk dipasarkan. Kayu balokan ini biasanya akan dibeli oleh para pengusaha kayu yang kemudian harus melewati proses pemotongan agar kayu berbentuk menjadi papan atau balok yang lebih kecil.
Pada dasarnya pengolahan jati putih tidaklah rumit namun proses yang panjang harus dilalui. Namun proses yang panjang inilah yang akan menghasilkan kayu dengan kualitas yang sangat baik. Akan tetapi terdapat banyak faktor lain yang menjadi penyebab penurunan kualitas kayu jati yang dihasilkan.

Untuk itu tetap diperlukan perhatian khusus dalam mengolah kayu jati untuk menghasil kayu balok amupun papan yang berkualitas.

Mengolah kayu jati sangat sederhana mengingat kelebihan tekstur dan kokohnya kayu ini.

Faktor Penyebab Penurunan Kualitas Kayu Jati Putih

  • Penumpukan kayu yang terlalu lama di hutan/kebun. Kadangkala tindakan yang lanmat dilakukan oleh pengolah kayu dengan menaruh saja kayu jati dihutan/kebun justru menurunkan kualitas kayu. Diakibatkan oleh ulat pohan dan rayap serta pelapukan akibat air hujan.

  • Pengeringan yang lambat dilakukan. Pada dasrnya kayu yang masih basah tidak menunjukan karakteristik kayu yang sebenarnya. Kayu yang terlalu lembab akan mudah berjamur. Selain itu hasil produk kayu yang masih basah tidak terlalu kokoh, karena kayu yang basah akan berkurang volumenya ketika mengalami pengeringan.

  • Perlakuan yang tidak tepat. Meski kayu jati tergolong kayu yang kuat, namun kesalahan dalam memperlakukan kayu ini akan berujung pada penurunan kualitas. Kadangkala jati dipotong menjadi lembaran papan yang sangat tipis dan dalam keadaan yang masih basah. Hal ini bisa berdampak pada kekuatan kayu, dengan kata lain kayu menjadi lebih mudah pecah akibat kandungan air dan potongan yang terlalu tipis.

  • Proses pengeringan yang terlalu lama. Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Kayu jati memang perlu mengalami proses pengeringan apakah lewat pengovenan atau penjemuran di bawah sinar matahari. Proses pengeringan tentu tidak boleh dilakukan terlalu lama, karena hasilnya tidak akan baik. Kayu yang terlalu kering akan mudah pecah dan retak terutama pada kayu yang sudah dicetak menjadi papan tipis.

Nah itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan semoga bisa bermanfaat bagi anda..
-   Proses Pengolahan Jati Putih Hingga Siap Pakai

Monday, 8 May 2017

Mengolah Produk dari Bahan Baku Kayu Jati Putih

Saat ini permintaan pasar akan produk rumah tangga terus meningkat. Tak heran berbagai produk terus bermunculan mengisi permintaan pelanggan. Salah atunya adalah produk berbahan baku kayu. Jenis kayu sangat banyak sehingga memiliki berbagai macam varian., Lain bahan bahan baku maka kemungkinan lain pula produk yang akan dihasilkan. Ini dikarenakan untuk penyesuaian dengan karakteristik bahan baku. Seperti saan ini kayu bukanlah satu-satunya bahan baku produk, juga terdapat penggunaan plastik, tripleks, logam besi dan lain-lain.

Mengapa memilih bahan baku dari kayu ?

Setiap bahan yang digunakan untuk meciptakan produk tentu akan mempengaruhi hasilnya nanti. Kayu misalnya, saat ini cukup populer untuk digunakan sebagai bahan baku perabotan rumah tangga. Bagi beberapa orang lebih memilih perabot dari kayu dibanding dari plastik, besi atapun tripleks. Alasannya karena kayu dianggap lebih kokoh dan tahan. Selain itu kayu dapat diolah dengan sedemikian rupa menghasilkan perabot yang jauh lebih menarik, karakteristik kayu yang lebih padat dan kokoh sehingga cocok digunakan untuk menjadi apa saja.

Soal tampilan produk dari kayu tidak diragukan lagi. Kayu terbilang cukup mudah pengolahannya. Umumnya pengolahan kayu dilakukan seperti  pemotongan , pengerikan, penghalusan,permukaan dan pengecatan. memang sebelum menjadi sebuah produk baru, harus melalui serangkaian tahap panjang, namun tentu akan sebanding degan hasilnya nanti.

Pemilihan jenis kayu yang akan digunakan

Seperti kata saya sebelumnya, bahwa sangat penting untuk memilih terlebih dahulu jenis kayu yang akan digunakan. Setiap kayu punya keunikan sendiri. Namun tentu kita menyukai yang berkualitas seperti Kayu Jati Putih. Secara jelas saya sudah menyinggung mengenai jati putih pada beberapa postingan sebelumnya.

Pada postingan sebelumnya saya sudah membahas tentang "Mengapa Banyak Orang Lebih memilih Menggunakan Kayu Jati Putih" oleh karena itu kita tidak akan terlalu mengulang kembali alasan memilih jati putih.

Namun perlu diketahui soal kualitas memang sudah terbilang mumpuni. Kayu jati putih adalah sejenis kayu yang cukup kuat, nampak kokoh dan terlihat lebih menarik, karena warna dasarnya yang memang lebih putih sehingga nampak cerah. Pengolahannya juga tidak memerlukan perhatian khusus karena kayunya sangat tahan atau kebal terhadap hama. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi pelanggan, dengan kayu yang sudah sangat bagus harganya pula tidak terlalu memberatkan kantong.

Jenis Produk Hasil Olahan Kayu Jati Putih

Saol produk berbahan baku jati putih memiliki banyak jenisnya. Tak heran produk ini akan lebih sering anda jumpai pada toko-toko meubel. Jenis olahan jati putih memang sangat beragam, itupun lebih disesuaikan dengan permintaan pasar. Seprti apakah produk olahan jati putih ?

Lemari

Keberadaan lemari memang sangat penting. Kegunaan lemari sangat banyak sehingga tentu sulit dilepaskan dari kehidupan rumah tangga. Saat ini perkembangan zaman menjadikan model desain lemari juga ikut berkembang menyesuaikan keinginan pelanggan. Bahkan saat ini lemari telah bertambah fungsi dengan juga menjadi faktor interior hunian sehingga cukup menambahkan nilai keindahan dalam rumah. Mengolah jati putih menjadi lemari merupakan sebuah pilihan tepat.

Sebagai faktor interior tentu keindahan lemari akan menambah nilai plus pada tampilan hunian. Dengan tekstur yang keras dan kokoh tentu lemari akan lebih mudah dibuat lebih menyesuaikan dengan model rumah. Selain itu pemilihan jati lebih diunggulkan karena lebih tahan dari hama dan tidak mudah lapuk, sehingga anda tidak perlu repot-repot sering mengganti lemari dengan yang baru, karena dengan jati putih lemari menjadi lebih tahan lama.

Kayu jati putih yang akan diolah menjadi lemari sebaiknya yang memiliki bentuk berupa lembaran atau disebut papan. Kayu yang telah diubah menjadi bentuk papan lebih cocok digunakan untuk membuat badan lemari, seperti dinding lemari, pintu dan bagian lainnya.

Meja dan Kursi

Mengolah jati putih sebagai meja dan kursi merupakan pilihan yang tepat. Meja dan kursi sebagai perabot yang wajib ada dalam sebuah hunian rumah tangga. Secara umum meja selalu mengisi hampir setiap ruang dalam rumah sehingga keberadaannya sangat tak terelakkan.

Mengingat fungsi meja yang secara langsung digunakan manusia untuk duduk dan meletakkan barang. Oleh karena itu memilih jenis kayu yang tepat tentu menunjang kenyamanan dalam penggunaannya. Kayu jati putih yang terkenal kuat tentu sangat cocok dijadikan meja dan kursi. Soal pemilihan model sangat variatif, anda tidar perlu ragu memilih jati putih karena jati putih sangat tahan terhadap hama, selain itu tekstur yang kuat sehingga tidak mudah rusak setelah sekian lama digunakan.

Kayu jatu putih yang diolah menjadi meja dan kursi sebelumnya dibentuk menjadi balok dan lembaran papan kayu. Hal ini sesuai dengan bentuk rangka meja yang memerlukan kayu kuat dan kokoh, maka balok kayu kebanyakan digunakan untuk membuat kaki penyanggah. Sedangkan untuk permukaan meja menggunakan papan.

Ros Ban tempat tidur

 Fungsi ros ban tentu sangat penting dalam sebuah hunian. Rosban yang baik tentu akan menambah pengalam tidur yang lebih nyaman dan menyenangkan. Namun siapa sangka ros ban tempat tidur yang sejatinya sebagai tempat beristirahat dapat menjadi sangat tidak nyaman diakibatkan rangka yang tidak kuat sehingga terasa lebih rapuh dan kurang aman.

Sejatinya ranjang/ tempat tidur dibuat dari kayu yang kokoh seperti kayu jati. Bukan tidak mungkin beban yang diterima oleh ranjang cukup berat apalagi untuk ukuran ranjang besar yang bisa menampung beberapa orang.

Rosban terbilang cukup unik sebab memadukan dengan baik balok kayu dan papan untuk membentuk tempat tidur yang ideal dan berkesan menarik dan modern. Banyak konsumen menyukai rosban bergaya modern dengan ukiran, sehingga dibutuhkan kayu jati dengan diameter cukup tebal. Selain itu penggunaan balok kayu digunakan untuk menjadi kayi atau penyanggah rosban.

Daun pintu dan jendela 

Jika biasanya daun pintu dan jendela dibuat dari kayu bayam, tapi ternyata penggunaan jati putih cukup baik. Mengenai perbandingan keduanya memang terlihat perbedaan mencolok. Kayu yang umum digunakan membuat pintu dan jendela lebih bertekstur keras dan sangat kasar namun sangat ampuh melawan hama. Tapi mengingat jati putih dengan kualitasnya yang tidak diragukan lagi, tentu bisa menjadi alternatif. Kayu yang umum digunakan memiliki harga yang mahal jika dibandingkan kayu jati putih. Meski soal kualitas berbeda namun memilih jati putih sebagi alternatif bukan hal yang salah.

Sebenarnya ada banyak produk olahan dari jati putih selain yang tertera diatas. Namun saya ingin lebih menekankan pada prioritas permintaan pasar. Model lemari, meja, kursi sejatinya sangat banyak dan hanya disesuaikan keinginan pemakai. Untuk olahan lemari saja memiliki varian yang sangat banyak seperti lemari pakaian, lemari kaca, lemari kompor dan lain sebagainya. Varian inipun juga disesuaikan pada desain yang diinginkan. Lain lagi untuk meja dan kursi, untuk peruntukan meja siswa, perkantoran dan kebutuhan dalam rumah. - Mengolah Produk dari Bahan Baku Kayu Jati Putih

Thursday, 4 May 2017

Mengapa Banyak Orang Lebih Memilih Menggunakan Kayu Jati Putih ?

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak anda untuk lebih mengenal perbandingan antara kayu jati putih dengan kayu-kayu lainnya. Seperti yang diketahui ada banyak macam kayu mulai dari kayu cendana, kayu jati, kayu mangga, kayu kelapa dan lain sebagainya. Tapi semuanya itu memiliki perbedaan terutama segi keunggulannya.

Mengapa banyak orang lebih menyukai jati putih ?

Bagi sebagian besar pengusaha mebel/pengrajin kayu pasti akan berusaha menghadirkan produk dengan kualitas unggul dalam pemasaran. Setiap kualitas produk tentu didasari oleh bahan baku yang baik. Sehingga pemilihan bahan baku tentu sangat perlu diperhatikan.
Bicara soal bahan baku kayu tentu kita dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Namun tentu kita membutuhkan bahan berkualitas. Seperti dengan kayu jati putih.

Baca juga :

Saat ini jati putih merupakan salah satu primadona yang sering digunakan oleh pengrajin. Pesona jati putih seakan-akan menjadi suatu daya tarik tertentu dimana pembeli. Sehingga mengikuti keinginan pasar dan pembeli tentu jati putih menjadi pilihan.
Selain itu keinginan pembeli yang membutuhkan produk dengan kualitas baik dengan harga relatif terjangkau menjadi pertimbangan khusus bagi para pengusaha kayu.
Hal ini pun menjadikan jati putih seakan salah satu opsi yang paling tepat dan populer bagi pengrajin kayu.

Banyak orang yang mengaku puas dengan produk kayu jati. Tekstur kayu yang keras dan kokoh menjadi salah satu alasan utama orang lebih memilih kayu jati putih. Sifat kayu yang terlihat kokoh menjadikannya lebih cock untuk diolah menjadi barang perabot rumah. Hingga tak heran pula kayu ini sering dijadikan sebagai tiang penyangga pada rumah-rumah kayu.


Kualitas jati putih yang cukup mumpuni memang alasan tepat untuk lebih memilih mengolah kayu ini. Pada dasarnya siapasih yang tidak senang dengan barang berkualitas ? tektur memang keras namun justru lebih memudahkan dalam pengolahannya. Sehingga untuk seorang pemula pun dalam pengolahan kayu ini sama sekali tidak membutuhkan perlakuan khusus.

Seperti namanya saja warna dasar jati putih adalah putih dengan kombinasi agak kekuningan. Permukaan jati putih juga akan nampak lebih cerah dan bersih setelah melalui proses penghalusan. Hal ini menjadi ciri khas bagi kayu ini. Proses pengecatan kayu pun menjadi lebih mudah karena pada dasarnya kayu dapat dengan mudah menyatu dengan warna cat yang diberikan. Disamping itu kayu jati memiliki corak unik pada permukaanya sehingga seakan memberi kesan lebih unik dan menarik.

Selain alasan-alasan diatas satu hal yang menjadi daya tarik pengusaha kayu adalah harga jati putih yang memang relatif terjangkau. Pasokan jati putih juga cukup banyak sehingga harga menjadi relatif stabil. Biasanya kayu jati putih dijual per kubik.

Baca :  Alasan Blogger Memilih Google Adsense Dibanding Dengan Periklanan Lainnya


Nah itulah beberapa alasan " Mengapa Banyak Orang Lebih Memilih Menggunakan Kayu Jati Putih " Jadi bagi anda yang membutuhkan solusi pemilihan kayu yah Jati putih adalah salah satu solusi tepat.