Showing posts with label Pengolahan Kayu. Show all posts
Showing posts with label Pengolahan Kayu. Show all posts

Friday, 16 October 2020

8 Model Meja Makan Minimalis Dengan Desain Bikin Nyaman

Tempat berkumpul paling nyaman adalah di meja makan. Suasana di ruang makan menjadi penyatu kebersamaan dalam keluarga. Kesibukan sehari-hari membuat sulitnya keluarga berkumpul. Sehingga membuat momen bersama di meja makan menjadi sangat hangat, nyaman dan tenang.


Desain meja makan minimalis dapat menjadi pilihan untuk menjaga keharmonisan di ruang makan bersama keluarga dan teman. Desain minimali mampu menghadirkan suasana nyaman bagi penggunanya.


Pemilihan bahan yang tepat juga dapat mempengaruhi keindahan di meja. Kayu mampu memberikan kesan alami, sederhana dan sangat estetik dengan indahnya serat kayu. Ditambah dengan sedikit sentuhan ornamen maupun bahan yang menjadi pelengkap indahnya.


Namun bahan kaca dan besi juga memberi kesan lebih mewah dan suasana yang lebih serius. Dari penilaian ketahanan bahan ini sedikit unggul, ditambah sifatnya yang lebih tahan air. Namun tetap menyertakan ornamen menarik.


Ada banyak pilihan jenis meja makan minimalis yang bisa digunakan. Sebagian pula diberi kesan modern yang membuatnya jadi perpaduan menarik di meja makan.


Mungkin anda yang berminat memiliki meja makan minimalis untuk keluarga kecil anda bisa mempertimbangkan model meja makan berikut.


Set Meja Makan Jati Minimalis Elegant Dengan 4 Kursi Sangat Cocok Untuk Anak

8 Jenis Meja Makan Minimalis Dengan Desain Bikin Nyaman
Pinterest.co.id

Set Meja Makan Jati Minimalis Elegant Dengan 4 Kursi Bergaya Oslo akan terlihat sangat sederhana dan santai. Terutama bagi anda yang menyukai kesederhanaan meja ini bahkan terlihat sangat natural dengan warna kayu dan serat yang tampak nyata.

Meja ini sangat cocok untuk digunakan bersama anak-anak, remaja hingga pemuda. 

Makan Bersama Keluarga Kecil Dengan Meja Makan Kayu Minimalis 6 Kursi

@at_home_with_millie

Meja makan dengan desain minimalis juga cocok untuk ruangan dengan desain kontemporer. Aspek kesederhanaan pada meja makan mebuat pemanfaatan ruangan yang lebih efektif. Dan mampu memberi kesan santai.

Perpaduan kayu dan besi menghasilkan barang yang bernuansa alami serat kayu namun namun tetap mengutamakan kekokohan barang. Apalgi jika menggunakan kayu jati. Keindahan dan kekuatan menjadi menyatu.

Jadi Lebih Mewah Denga Meja Makan Marmer Minimalis

@homesweethome_at_23

Terkadang tidak semua meja makan di rumah menjadi tempat berkumpul pada waktu makan. Pilihan meja ini bisa digunakan menjadi alternatif selain meja makan utama.

Letakkan meja ini di ruang untuk sedikit bersantai bagi anak-anak ketika berkumpul dengan teman. Atau meja makan bagi tamu yang datang berkunjung. Penggunaan bahan marmer menghasilkan nuansa lebih modern.
Ditambah penggunaan kursi gabus membuatnya menjadi lebih mewah

Coba Rasakan Kesederhanaan Pada Meja Makan Miniali Jati 6 Kursi

@our_sweet_haven

Bosan tampilan yang terlalu artistik ? mungkin kesan alami kayu tanpa cat berwarna bisa anda coba. Dengan bahan dasar kayu yang telah dihaluskan. Kesannya adalah benar-benar tradisional namun dengan adanya tambahan vas bunga di tengah meja menambah kesan warna di atas meja.

Dengan bentuk persegi panjang model meja makan minimalis ini terlihat ramah terhadap kehadiran banyak orang yang makan diatasnya. Menjamu tamu untuk ikut makan bersama mungkin akan terasa lebih santai dengan nuasa sederhana pada meja makan.

Meja Makan Kaca Minimalis 4 Kursi dengan Nuansa Meja Makan Modern

@inside_no_13

Senang dengan konsep minimalis namun ingin nuansa kontemporer yang sedikit erat dengan nilai kemewahan mungkin cocok untuk mendeskripsikan meja kaca minimalis ini.

Perpaduan meja kaca dengan piring, mangkuk dan gelas keramik lebih terlihat indah dan modern. Dengan 4 kursi meja ini sangat cocok untuk berbincang hangat dengan rekan dan teman.

Ditambah nuansa ruangan yang dominan berwarna putih cerah di dekat sebuah jendela membuat suasana ngumpul jadi lebih hangat.

Gunakan Kayu Jati Untuk Menciptakan Meja Makan Jati Minimalis 4 Kursi Dengan Nuansa Air Ditengahnya

@diningtable

Ingin mengadirkan bentuk asli kayu yang sangat natural di atas meja makan mungkin cocok memiliki model meja ini. Ditambah adanya nuansa aliran air di tengahnya seakan menghipnotis diri sedang berada di dekat aliran air.

Meja terlihat serba bisa digunakan dalam kondisi apapun. Makan dengan meja panjang menjadi lebih nyaman dan leluasa. Untuk kondisi lebih serius meja dengan motif seperti kaca nan indah ditengahnya seakan memberi kesan tenang.

 Jadi Lebih Kokoh Dengan Meja Makan Besi Minimalis 

@hayleyhomeandlife

Suka suasana desain yang lebih kontemporer mungkin cocok memilih model meja minimalis ini. Dengan adanya kursi gabus yang agak nampak kekinian cocok menghadirkan suasana santai dan damai di ruang.

Untuk urusan kokoh mungkin tidak perlu ragu lagi dengan menggunakan bahan dasar besi dijamin rangka jadi lebih kuat. Apapun ekspresi dan tingkah di atas meja makan menjadi lebih rieks.


Meja Makan Jati Minimalis Dengan Minim Hiasan Bernuansa Tenang

@diningtable

Ingin memiliki meja makan besar untuk 2 orang saja ? pilihan ini seakan sangat cocok bagi pasangan yang ingin mengekspresikan kesederhanaan. Luapan jiwa seorang yang ingin merasakan tenangnya kesendirian mungkin terasa erat dengan nuansa pada gambar.

Ingin menghabiskan hari-hari bersama pasangan di meja makan mungkin cocok memiliki meja ini. Letakkan di dekat jendela sehingga sinar matahari mampu menyinari ruang makan.

Dengan set kursi yang minim ornamen seakan menunjukkan kesan keserhanaan benar-benar nyata.

Menja ini bisa dibuat dengan bahan kayu jati yang sudah terbukti kuat dan tahan terhadap hama.


Demikian ulasan menganai 8 Jenis Meja Makan Minimalis Dengan Desain Bikin Nyaman. Selamat memilih furnitur idaman dan jangan lupa meninggalkan jejak komentar.
Maaf jika terdapat kesalahan ^-^ 
Thank you so much for kreator..

Monday, 8 June 2020

Kreatif Memanfaatkan Kayu Bekas, Menciptakan Peluang Usaha Dengan Omset Hingga Jutaan Rupiah

Kreatif memanfaatkan segala hal merupakan salah satu peluang untuk menghasilkan pundi uang. Seperti halnya sisa potongan kayu yang tidak terpakai. Tidak semua bagian kayu yang digunakan akan terpakai seluruhnya, pastinya akan ada saja bagian kayu yang menjadi sisa yang tidak termanfaatkan. Sisa kayu ini jika tidak dimanfaatkan akan menjadi limbah saja, atau justru berakhir menjadi kayu bakar. Padahal potongan kayu ini sebenarnya memiliki nilai lebih jika saja mendapatkan sentuhan kreatif. Seperti banyak contoh, berbagai usaha yang sukses memperoleh omset jutaan hingga ratusan juta bermula dari hal kecil seperti sisa kayu.

Potongan kayu yang berukuran kecil jika dipilah-pilah dengan baik ternyata masih banyak yang bisa dimanfaatkan. Hal ini adalah contoh kecil yang melatarbelakangi beberap pengusaha menjadi pengrajin kayu sukses dengan omset jutaan rupiah. Hanya saja apakah kita pandai untuk melihat potensi usaha dibalik sisa potongan kayu tersebut ?

Sebagai contoh terdapat banyak ornamen, cinderamata, perabot, hingga aksesoris yang umum dijumpai teryata diproduksi dari bahan baku kayu. Banyak pengrajin yang mulai menfokuskan kreatifitas dalam mengolah kayu menjadi produk yang sebelumnya tidak menggunakan bahan kayu. Sehingga demikian akan ada nilai keunikan dari sebuah produk yang membuatnya begitu menarik dimata orang. Ketertarikan orang-orang inilah yang akan memunculkan peluang bisnis.

Tanpa kita sadari peluang usaha yang sebenarnya begitu menggiurkan hanya sekedar telihat, terlintas dan tanpa disadari. Sehingga peluang memperoleh keuntungan pun hilang begitu saja. Sebagai contoh konkrit jika kita melakukan searc di google akan ada banyak kisah yang menceritakan kesuksesan sebagian pengusaha yang menggeluti kerajinan kayu berbasis kayu bekas. Lantas Produk apa yang bisa dihasilkan dari kayu bekas ?

Produk apa yang bisa dihasilkan dari sisa potongan kayu tak terpakai ?

Ada banyak hal yang bisa diciptakan bahkan hanya dari sebuah potongan kayu ukuran 10 cm !!
Pernah saya menjumpai teman yang memancing ikan disungai. Tanpa cacing memanfaatkan kayu bekas berukuran 2 cm yang telah bentuk sedemikian ruma menyerupai umpan ikan. Dan hasilnya lumayan untuk mendapatkan beberapa ekor ikan sungai setiap harinya.

Kebanyakan orang melihat sisa itu sebagai sesuatu yang tidak bernilai penting lagi. Sehingga banyak sisa potongan kayu berkualitas yang justru berakhir pada dapur pembakaran pabrik pembuatan tahu tempe. Yah pabrik tradisional masih membutuhkan kayu bakar untuk bisa memproduksi tahu dan tempe. Bahkan untuk menghasilkan panas dan nyala api yang bagus dibutuhkan kayu yang baik pula agar nyala api tetap terjaga. 

Jika saja sisa kayu itu diolah menjadi hal yang lebih menarik, bukannya itu berpotensi mendatangkan uang ? dibandingkan harus berkhir begitu saja didalam tungku pembakaran.

Saat ini banyak kerajinan dari sisa kayu yang bahkan bentuknya tak beraturan seperti kayu bekas yang menjadi kayu bakar tadi. Contohnya ada orang yang kreatif menciptakan perabotan dapur dari sisa kayu yang bahkan terbilang sangat tidak layak pakai lagi. Hanya saja dengan pemahaman seni dan kreatif mereka menciptakan beberapa produk sederhana. Seperti talengan, gagang pisau, bahkan peralatan makan.

Pada beberapa restoran atau cafe yang ingin menghadirkan nuansa seni cenderung mulai melirik beberapa produk yang tak biasa digunakan. Seperti penggunaan sendok kayu untuk makan. Tentunya hal ini menjadi pembeda mereka antar satu cafe / rumah makan dengan yang lainnya. Walaupun mereka bergerak dalam rana usaha yang sama.

Mungkinkah Menciptakan Aksesoris Dari Kayu ?

Kayu adalah bahan baku sejuta kegunaan, asalkan kita tau mengolahnya ia bisa menjadi apa saja. Menjadi uang ? sangat bisa !! asalkan kita tahu cara mengolahnya.
Pernahakah anda melihat Jam Tangan Dari Kayu ?
Saya yakin anda pernah melihat, membaca atau sekedar mendengar hal ini. Jam tangan yang umum kita jumpai berasal dari bahan logam, karet, plastik, hingga kulit dan kain. Namun bagaimana jika jam tangan ini dibuat dari kayu ?

Jam tangan dari kayu merupakan hal yang unik dan sangat kreatif. Karena unik hal ini menjadi kelebihan dari jam kayu. Tentu saja kita tahu hal unik biasanya selalu mampu menarik perhatian lebih dari konsumen. Inilah potensi besar dari jam tangan kayu ini !! hanya dengan berbekal unik membuatnya menjadi diminati.

Namun unik tidak akan bertahan lama. Sebab hal unik akan selalu bermunculan. Untuk itulah peran pengusaha untuk memunculkan ide kreatif pada sebuah produk yang sebelumnya telah menjadi unik ini. Kayu selain bisa dipotong menjadi apa saja juga bisa dibubuhi beberapa ukiran yang bisa membuatnya menjadi jauh lebih menarik.

Berbicara soal ukiran mungkin kita sudah tidak asing dengan mewahnya ukiran pada kursi jepara. Karna ukiran yang unik ini membuatnya terkenal hingga mancanegara. Ukiran yang unik juga bisa dihadirkan pada sepotong kayu kecil.

Miniatur yang kerap menjadi ornamen di ruang tamu menjadi contoh kecil ukiran pada sepotong kayu. Bisnis miniatur kayu selalu memiliki peluang yang menjanjikan untuk terus digeluti. Dalam pasar miniatur kayu keap dijumpai dengan banyak variasi dan harga yang pantas pula. Dalam setiap pameran yang kerap digelar produk miniatur paling sering dijumpai. Selain menjadi percontohan juga menjadi produk jual itu sendiri. Contohnya adalah miniatur kendaraan yang banyak disukai. 

Peluang Usaha Dengan Omset Hingga Jutaan Rupiah

Setiap orang yang menggeluti sebuah usaha pastinya menginginkan hasil yang luar biasa. Jika memilih berbisnis dengan kayu bukan hal yang salah  dan merugikan anda. Sebab potensi yang luar biasa selalu ada disekitar kita. Hanya saja seberapa kreatifkah kita melihat peluang itu ?

Dari contoh kecil tadi, mata pancing yang dibuat dari kayu kecil ternyata bisa memperoleh tangkapan ikan setiap harinya. Bayangkan saja jika kita berhasil menciptakan produk seperti mata pancingan ini !! dengan sedikit dibubuhi kata-kata promosi untuk mengenalkannya kepada pemancing bukankah ini akan menarik minat pembeli ? Lakukan demonstrasi !!
Berapa harga jualnya ? sesuaikan dengan kondisi pasar !! Misalkan dengan harga Rp 5000/mata pancing. Jika saja menggunakan tipe yang berbeda kira-kira berpa kali lipat harganya ? harga mata pancing yang berkualitas saja ada yang mencapai ratusan ribu per buah.

Peralatan makan dari kayu tidak mudah untuk dibuat. Sebab ada beberapa detil yang harus diperhatikan sehingga kayu yang terbentuk benar-benar menyerupai peralatan makan. Kira-kira berapa harga piring keramik yang biasa anda gunakan ?
Jika itu adalah kayu yang notabene lebih unik kira-kira berapa tambahan pundi rupiah yang bisa didapatkan ?
Lain hal jika saja harga peralatan makan yang umum digunakan ini terlalu mahal lalu bagaimana jika mengenalkan yang dari kayu dengan harga yang lebih bersahabat ?
Jika melihat contoh di toko online beberapa produk sendok kayu dijual dengan harga kisaran Rp 8.000 - Rp 60.000 per buah.

Lain halnya dengan jam tangan dari kayu. Produk ini ternyata terjual dengan harga yang jauh lebih mahal. Di beberapa toko online harga terendah rata-rata berkisar antara Rp 200.000 -an. Harga yang terbilang cukup fantastis, mengingat keindahan yang dimiliki jam ini dengan balutan warna dan serat kayu yang menawan tentunya akan memikat konsumen untuk membeli.
Lalu berapa harga tertinggi jam ini ? Jika melihat beberapa sumber sudah banyak yang menjual jam tangan kayu dengan harga jutaan rumpian. Tergantung dengan tingkat kesulitan pengerjaan, atribut dan keindahan jam tersebut.

Jika melihat potensi miniatur kayu sangat besar kaitannya dengan souvenir kayu, mainan kanak-kanak hingga hiasan ruang tamu. Miniatur dari kayu dapat berbentuk apa saja. Yang banyak ditemukan adalah menyerupai model transportasi. Ini banyak dijumpai pada toko souvenir dan toko hiasan dengan harga yang bervariasi. Miniatur ini dapat bandrol dengan harga yang relatif terjangkau seperti Rp 16.000 hingga harga yang cukup mahal mencapai jutaan.

Saturday, 6 June 2020

Kesalahan Dalam Melakukan Pengolahan Kayu Jati Putih Sehingga Menghasilkan Produk Kurang Bermutu

Kesalahan Dalam Melakukan Pengolahan Kayu Jati Putih

Kesalahan dalam melakukan Pengolahan Kayu Jati Putih kerap dilakukan oleh pengolah kayu ini. Karena beberapa perlakuan yang tidak tepat sehingga mengakibatkan Kayu Jati yang semula memiliki kualitas unggul akan turun kualitasnya.

Penurunan kualitas ini meliputi beberapa aspek seperti kekerasan kayu, bentuk kayu, daya tahan hingga tekstur kayu tersebut. Kayu Jati Putih yang tidak memperoleh proses pengolahan dengan baik akan berdampak pada hasil produknya.

Dalam beberapa kasus ditemukan produk seperti Mebel yang berbahan baku Kayu berkualitas namun memiliki banyak kekurangan dari segi tampilan dan ketahanan produk itu sendiri selama pemakaian. Hal ini menyebabkan menurunnya kepercayaan konsumen terhadap produsen hingga pada jenis kayu tersebut.

Kesalahan Dalam Melakukan Pengolahan Kayu Jati Putih

Jika menyaksikan langsung kondisi di lapangan terkait cara pengolah kayu jati putih menciptakan produk mebel dan furniture terkadang dijumpai metode pengolahan yang kurang baik. Hal paling vital sebelum mengolah kayu adalah proses persiapan kayu itu sendiri.

Persiapan kayu semestinya dilakukan dengan baik hingga mencapai kriteria tertentu barulah kayu tersebut bisa dibuat menjadi produk mebel dan furniture. Namun kondisi di lapangan kerap berlawan arus dengan hal yang semestinya dilakukan.

Dalam proses pengolahan Kayu Jati Putih kerap dijumpai beberapa kesalahan yang berdampak pada kualitas produk. Beberapa kesalahan itu meliputi :

Proses Pengeringan Kayu Jati Putih

Ketika kayu sampai ke tangan pengrajin, kayu-kayu tersebut belum langsung dapat dilakukan pengolahan menjadi mebel dan furniture. Terlebih dahulu dilakukan persiapan dasar agar kondisi kayu menjadi lebih awet dan kuat. Sehingga sifat dasar kayu tersebut akan menonjol pada produk yang dihasilkan.

Proses pengeringan memiliki dampak yang sangat besar bagi kualitas Kayu Jati Putih yang digunakan. Pengeringan memiliki tujuan untuk mengurangi kadar air pada kayu. Kayu yang telah kering akan berkurang kadar kelembabannya.

Kayu jati putih yang telah melewati tahap pengeringan memiliki banyak keunggulan ketimbang yang tidak dilakukan pengeringan. Pengeringan yang baik akan menurunkan kelembaban kayu sehingga Kayu akan terhindar dari serangan jamur dan tidak mudah lapuk. 

Kayu yang lembab membuat konstuksi produk menjadi tidak kokoh. Sehingga meskipun menggunakan bahan baku berkualitas namun ketahanan produk mebel / furniture tersebut akan berkurang. 

Terdapat perbedaan antara kayu yang telah mengalami proses pengeringan dan yang tidak dilakukan pengeringan. Dari segi bobot dapat dilihat perbedaan yang signifikan. Kayu Jati Putih yang masih mengandung banyak air memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan dengan kayu yang sudah kering.

Selain itu kayu yang masih basah lebih mudah mengalami retak / pecah. Sehingga kerap kali ditemukan kayu papan hasil pemotongan banyak yang mengalami retak atau pecah. Kondisi ini pastinya sangat merugikan. Sebab kondisi ini pastinya membutuhkan perlakuan khusus lagi sebelum bisa digunakan kembali. Luasan permukaan papan yang diharapkan juga akan sangat berkurang akibat retakan tadi.

Tahap pengeringan sebenarnya menjadi tahap paling vital dalam persiapan kayu. Pengeringan yang sempurna akan mempertahankan kualitas kayu. Namun pengeringan juga harus dilakukan secukupnya. Sebab jika pengeringan yang berlebihan juga mengakibatkan sifat dan tekstur kayu sedikit berubah. Misalnya kayu menjadi bengkok akibat pengeringan yang terlalu lama.

Penyimpanan Kayu yang Tidak Tepat

Kayu yang umum diolah dalam bentuk papan. Papan ini ketika selesai dilakukan penjemuran / pengovenan sebaiknya disimpan pada tempat yang kering dan terhindar dari rembesan air dan paparan matahari langsung.

Kayu yang telah dikeringkan harus disimpan pada tempat yang tidak terkena rembesan air, Mengapa ? Agar kondisi kayu yang telah dikeringkan tidak lembab. Jika kayu kembali dalam kondisi lembab  maka tekstur kayu yang padat akan menjadi lapuk dan mudah berjamur.

Pengeringan kayu seharusnya membuat kayu menjadi lebih kuat. namun jika penyimpanan yang dilakukan dengan sembrono bukan tidak mungkin kayu yang diharapkan menjadi tahan hama menjadi santapan hama kayu. Jika menggunakan kayu jati umumnya tahan terhadap serangan hama, namun bagaimana jika kayunya adalah mahoni dan beberapa kayu jenis lainnya ?

Manajemen penyimpanan kayu juga harus selalu diperhatikan. Kayu dapat disusun menumpuk dengan rapi atau susun membaris. Selain itu perlu memperhatikan antar kayu yang sudah lama disimpan dan kayu yang baru masuk kedalam penyimpanan. Usahakan selalu menerapkan sistem first in firs out. maksudnya adalah yang pertama masuk akan lebih dulu digunakan ketimbang kayu yang baru.

Kesalahan Dalam Melakukan Pengolahan Kayu Jati Putih
Kayu yang disimpan diluar rumah rentan rusak akibat pengaruh lingkungan

Penjemuran Kayu yang Sembrono

Sebenarnya penjemuran kayu juga termasuk dalam pengeringan kayu. Namun untuk mengeringkan kayu sering pula dilakukan menggunakan oven. Lantas perbedaannya ?

Penjemuran kayu memanfaatkan panas matahari untuk mengurangi kadar air didalam kayu. Namun penjemuran ini sangat mengandalkan kondisi alam. Sehingga selain memperoleh paparan panas matahari kerap kayu diguyur hujan deras.

Meskipun demikian penjemuran tetap baik dilakukan bila dilakukan dengan cara yang tepat. Penjemuran kayu dilakukan pada area terbuka yang tidak terlindung, usahakan kayu dijemur pada permukaan tanah yang keras dan tidak basah. Sebab hal ini dapat memengaruhi warna dan tekstur kayu.

Ketika dilakukan penjemuran jangan meletakkan kayu begitu saja diatas tanah, usahakan ada jarak antar tanah dengan kayu. Susunan kayu juga tidak boleh saling timpang tindih sebab ini hanya akan menghambat pengeringan kayu.

Untuk melakukan penjemuran dapat dibuat kayu penyanggah yang mengerupai tiang gawang dengan tinggi 1,5 meter. Pada kedua sisi kayu penyanggah diberi pembatas / penahan. Kayu jati berupa papan disusun berdiri saling menyilang dengan posisi disusun secara rapat. Cara ini selain efektif namun juga hemat tempat. Penjemuran dengan cara ini bisa dilakukan selama 3-4 hari dengan susunan kayu yang tidak terlalu rapat.

Kesalahan Dalam Melakukan Pengolahan Kayu Jati Putih
Penjemuran secara outdoor perlu diperhatikan dengan baik

Pengolahan Kayu Jati Putih Sehingga Menghasilkan Produk Kurang Bermutu

Kualitas kayu jati yang digunakan sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan. Kayu yang kering seharusnya lebih menonjolkan karakteristik kayu tersebut. Bukan hanya berdampak pada kayu namun ini juga berdampak pada saat diolah menjadi barang.

Beberapa kasus sering dijumpai pada kayu yang semestinya belum layak diolah namun tetap disulap menjadi produk. Meskipun bagi orang awam dampaknya tidak terlalu terlihat namun jika dimana peminat yang jeli pastilah kekurangan ini akan nampak dengan jelas. Beberapa kasus seperti :
  1. Lemari Berjamur
  2. Lemari berbau
  3. Bagian tertentu dari produk tampak lapuk
  4. Pemakaian yang belum lama namun produk telah diserang hama
  5. Sambungan kayu yang tidak kuat
  6. Terdapat celah pada sudut dan hasil penyatuan kayu
  7. Sambungan kayu pada meja, kursi, lemari mudah goyang goyang
  8. Proses pengecatan yang sulit dilakukan
  9. Hasil finishing cat yang tidak mengkilap dan merata
  10. Produk tidak kokoh
Beberapa permasalahan diatas hanya sedikit dari keluhan konsumen yang sering dijumpai. Memaksakan kayu untuk diolah tanpa persiapan yang baik berdampak pada kualitas barang yang dihasilkan. Untuk permintaan pasar pada kalangan masyarakat lokal mungkin tidak terlalu mempersoalkan hal ini namun jika pasar ekspor dan untuk keperluan industri semestinya menjadi pertimbangan.

Permasalahan yang kerap dijumpai dapat diakibatkan oleh cara mengolah kayu yang kurang memerhatikan kondisi kayu. 

Kayu Retak

Selain diakibatkan oleh pengeringan yang tidak sempurna ternyata retak juga kerap diakibatkan pada proses pengolahan kayu itu sendiri. Kondisi kayu retak sering kali dijumpai pada beberapa produk mebel dan furniture. Bagi beberapa pengrajin maupun pengusaha kayu hal ini kerap diabaikan, nyatanya ini bisa memberikan dampak yang fatal.

Pada salah satu acara perlomban di Jepang sempat menayangkan pertandingan membuat kursi yang paling kuat menahan beban berat. Kursi yang telah dibuat oleh peserta akan diuji ketahanannya dengan cara diduduki oleh manusia berbobot 100 kg, tak hanya duduk namun panggung tempat penilaian juga dibuat bergoyang.
Pada salah satu tayangan memperlihatkan beberapa pengerjaan yang tidak memerhatikan retak pada sambungan kayu. Dan setelah diuji dalam waktu hitungan detik Kursi yang memiliki retakan tersebut rubuh seketika.

Begitu pentingnya untuk memerhatikan cara mengolah kayu dengan benar. Kayu yang diolah sembrono dan asal jadi tanpa memerhatikan kualitas sambungan tentunya memicu permasalahan seperi retak. Kursi yang sering menerima beban jika sedikit saja memiliki retak pastinya berpengaruh pada ke kokohannya.

Permukaan Tidak Mulus

Kayu yang tidak kering memang belum begitu cocok untuk dibuat menjadi mebel maupun furniture. Terlebih lagi jika pada produk dilakukan pengukiran atau penambahan pernak-pernik.

Sering kali dijumpai pada permukaan kayu banyak yang tidak rata, tidak mulus dan kadang berserabut. Hal ini sangat memengaruhi tampilan produk. Seperti halnya ketika selesai dilakukan pengecatan. Sering terlihat permukaan kayu yang tidak rata dan tampak bergerigi.

Kayu yang basah membuat serat kayu sulit untuk dihaluskan. Pada saat dilakukan penghalusan justru menimbulkan serabut serabut pada permukaan kayu. kondisi ini akan sulit diperbaiki. 

Kesalahan Dalam Melakukan Pengolahan Kayu Jati Putih

Sebenarnya masih banyak permasalahan yang kerap dijumpai dalam pengolahan Kayu Jati Putih. Kesalahan Dalam Melakukan Pengolahan Kayu Jati Putih kerap Menghasilkan Produk yang Kurang Bermutu. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada minat pembeli. Penurunan minat ini bisa berdampak pada citra anda sebagai pengusaha pengolahan atau produksi mebel dan furniture.

Sunday, 2 October 2016

Langkah Awal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengolah Kayu Jati Putih

Langkah Awal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengolah Kayu Jati Putih

Langkah Awal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengolah Kayu Jati Putih | Berkelut dalam kanca bisnis memang sangat menarik. Salah satunya yang berkaitan dengan lingkup pengolahan kayu jati putih. Sebut saja usaha mebel atau kusen. Usaha mebel sangat erat kaitannya dengan bahan baku kayu. Tentu saja seluruh produk yang dihasilkan adalah berbahan baku kayu semua. Sehingga pemilihan jenis bahan baku yang akan digunakan perlu dilakukan dengan lebih selektif. Nah salah satu bahan baku yang teruji kualitasnya adalah Kayu Jati Putih.

Penggunaan bahan baku kayu jati putih memang sangat dianjurkan bagi kalangan pengusaha mebel. Kualitas yang sudah mumpuni sehingga patut dijadikan sebuah pilihan bagi seorang pengusaha mebel. Disamping kualitas yang sangat baik, diimbangi dengan tingkat pemasaran yang sangat baik dalam artian lebih mudah didapatkan dengan harga yang juga relatif terjangkau jika ingin dibandingkan dengan kayu berkualitas lainnya. Nah karena kelebihan ini pula menjadikan kayu jati putih ini sangat dianjurkan bagi para pengusaha muda / new bie yang baru berkelut dalam kancah usaha mebel.

Pemasaran kayu jati putih memang terbilang cukup terbuka dan masih cukup mudah untuk didapatkan. Pertumbuhan yang relatif cepat tanpa perlu perawatan khusus menjadikan jati putih seakan tidak pernah kehabisan stok. Sehingga hal inilah yang menyebabkan kayu ini semakin  banyak dicari-cari oleh kalangan pengusaha mebel. Namun permintaan kayu yang terus mengalir dari segala penjuru sehingga proses pemasaran mulai dari pembudidaya hingga ke tangan calon pembeli terjadi begitu cepat. Padahal kayu jati putih yang baru panen cenderung memiliki kandungan air yang agak banyak. Sehingga kayu menjadi lebih lembab, lebih berat dan lain sebagainya.

Tentu kita sebagai pengusaha mebel membutuhkan bahan baku jati putih yang benar-benar sudah sangat siap pakai. Perlu kita ketahui bahwa setiap kayu yang baru dipanen tentu membutuhkan waktu pengeringan agar kadar air yang terdapat di dalam kayu bisa berkurang. 

Seperti halnya dengan jati putih, setelah proses pemanenan kayu bahan mentah atau berupa batangan pohon jati setidaknya perlu dipisahkan antara kulit pohon dan batangnya dan segera menjalani proses pengeringan. Mungkin pengeringan akan berlangsung beberapa hari setelah itu potongan/batangan kayu tadi siap dijadikan papan atau balok yang siap pasar. 

Nah seperti yang saya ungkapkan tadi bahwa proses pemasaran kayu jati putih saat ini cenderung berlangsung cepat dari pemilik kayu hingga ke calon pembeli. Sehingga proses sederhana seperti pengeringan papan yang setidaknya perlu dilalui oleh kayu kadang terabaikan guna memenuhi kebutuhan pasar.

Secara singkatnya perlakuan terhadap kayu jati putih sebelum diolah menjadi produk adalah seperti penebangan pohon, pembersihan bagian pohon hingga menyisahkan batangnya, pemotongan hingga menjadi bilah papan hingga proses pengeringan. Secara khusus kita akan bahas tentang pengeringan. Sebenarnya mungkin kita bertanya untuk apa dilakukan pengeringan kayu lagi ? mari simak uraian berikut.

Baca : Kesalahan Dalam Melakukan Pengolahan Kayu Sehingga Menghasilkan Produk Kurang Bermutu

Sebelum Mengolah Kayu Jati Putih Mentah Perlu Dilakukan Proses Pengeringan !!

Kayu jati putih berasal dari pohon jati putih. Sehingga proses pengeringan sangat perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah kadar air di dalam batang kayu. Proses pengeringan biasanya dilakukan hingga beberapa hari atau disesuaikan dengan kondisi cuaca saja. Proses pengeringan dilakukan dengan menyusun kayu layaknya menjemur pakaian. Anda hanya perlu membuatkan semacam jemuran yang terbuat dari kayu kuat yang dibentuk menyerupai tiang gawang. Ukuran gawangan disesuaikan dengan ukuran kayu yang akan di jemur. Proses penjemuran dilakukan dibawah sinar matahari langsung dengan susunan kayu yang dibuat menyilang antar satu sisi dangan sisi lainnya. Sehingga jika diperhatikan dari samping bentuk kayu yang dijemur ini menyerupai huruf "X".

Langkah Awal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengolah Kayu Jati Putih

 Mengapa Perlu Dilakukan Proses Pengeringan ??

Langkah Awal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengolah Kayu Jati Putih

Banyak yang menjual kayu jati dalam keadaan mentah, yakni belum sempat melalui beberapa tahap awal seperti pengeringan. Akibatnya bobot kayu sangat berat karena masih mengandung banyak air. Sehingga perlu dilakukan pengeringan.

Proses pengeringan ini sangat disarankan untuk dilakukan sebelum proses pengolahan. Umumnya kayu yang telah dikeringkan akan tampak lebih berwarna putih cerah dengan permukaan yang menjadi lebih kering dan padat serta tidak terlalu berat dibanding sebelum pengeringan. Proses pengeringan ini perlu dilakukan karena tentu akan menunjang dalam proses pengolahannya nanti. Kayu jati putih yang sudah kering akan sangat mempengaruhi produk yang dihasilkan nantinya. Kayu yang masih basah akan lebih lebam sedangkan setelah melalui proses pengeringan akan tampak sedikit penyusutan yang menandakan kadar air yang berkurang dan kepadatan kayu.

Apa Dampak Pengeringan Terhadap Kualitas Jati Putih ??

Langkah Awal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mengolah Kayu Jati Putih

Seperti yang saya ungkapkan diatas kayu jati putih yang sudah dikeringkan akan tampak lebih padat, lebih putih cerah, bobot yang berkurang serta permukaan akan tampak lebih kasar dan kering. Kayu jati putih yang demikian sangat cocok ketika diolah. Kayu akan lebih mudah dihaluskan karena tekstur yang lebih padat sehingga kayu tidak berserat apabila di ukir atau pada saat pemotongan berlangsung. Selain itu kayu yang kering akan lebih tahan lama dari hama, seperti jamur yang bisa melapukkan kayu, menyebabkan warna kayu berubah dan kadangkala proses perekatan bagian kayu yang tidak sempurna.

Jadi pada dasarnya proses pengeringan adalah salah satu yang perlu anda perhatikan sebelum mengolah kayu jati putih karena tentunya akan mempengaruhi kualitas kayu tersbut baik dalam hal pengolahannya maupun pada produk yang dihasilkannya. Oke sekian dulu sob seeyou next post

~Sekian~